Perkebunan Pemikiran

mencoba merawat pemikiran pribadi

akhir perjuangan

setelah bertempur selama lima tahun melawan buku2 pelajaran. akhirnya aku telah berhasil menumbangkan semua lawan tandingku. hari Rabu 24 Agustus 2011 bertepatan dengan 24 Ramadhan 1432 H, telah diumumkan hasil ujian akhir di Al-Ahgaff University angkatan 2006. alhamdulillah…
banyak suka dan duka menghiasi perjalan perjuanganku. banyak pedang menyayat-nyayat kulitku. tombak menusuk-nusuk dan suara bom menggelegar. terkadang aku tertunduk jatuh. aku pun bangkit kembali. terkadang aku terluka yang amat dalam dan perih. aku pun segera mencari obat penawar. banyak teman-temanku berguguran.
aku dan kawan-kawan telah berusaha untuk menaklukan medan pertempuran yang amat berbahaya ini. namun, apa boleh buat, takdir telah tersurat. banyak kawan-kawan yang tersingkirkan. banyak nyawa melayang. banyak darah tumpah dimana-mana.
setelah pertempuran itu sampai pada puncaknya… semuanya telah kembali ke rumah masing-masing. membawa luka, membawa duka, ada juga yang membawa bahagia dan bangga. tidak sedikit yang berkata: pertempuran telah berakhir, kita harus merayakannya. kita harus berpesta.
saya pun menjawab: jangan lengah… justru akhir pertempuran ini adalah permulaan perjuangan kita. kemenangan ini hanyalah titik awal dari kehidupan yang sesungguhnya. pertempuran yang lebih besar akan terjadi di medan yang lebih menyeramkan, lebih menegangkan dan membahayakan.
cukuplah kemengan ini, kita rayakan dengan bersyukur kepada Allah Swt dan orang-orang di sekitar kita. sedikit bersedakah sekaligus untuk menolak bala. sambil terus berdoa dan bertawakkal kepada Allah Swt untuk bersiap-siap menghadapi pertempuran berikutnya.
SESUNGGUHNYA AKHIR PERTEMPURAN KEHIDUPAN INI ADALAH KETIKA KITA MASUK SURGA.

Gerimis Ampunan

Malam-malam Ramadhan selalu ada rasa yang berbeda. dari suasana tarawih yang begitu meriah dan khidmat. suasana bangun malam walaupun hanya sekedar untuk makan sahur dan dua rakaat. suasana tadarrus kitab suci Al-Quran. dan berbagai kegiatan yang lain yang semuanya merupakan penguapan butir-butir do’a penyebab turunnya gerimis ampunan Allah Swt.
di pertengahan kedua bulan Ramadhan, kota Tarim penuh dengan semangat ibadah yang lebih giat dari sebelumnya. karena di paruh kedua ini banyak masjid-masjid yang menyelenggarakan khataman Al-Quran. sebenarnya ada masjid-masjid yang khatam Al-Quran setiap empat hari sekali. tapi untuk perayaan ceremonial yang resmi dan lebih besar diadakan pada tanggal-tanggal tertentu saja. misalnya di Masjid Aidid pada malam 15, di masjid Ahlu Kisa (Darul Musthofa) pada tanggal 17, di Masjid Ba’alawi tanggal 27 dan puncak ceremoni terbesar diadakan di masjid Al-Muhdhor pada malam 29.

di setiap malam-malam khataman saya selalu merasakan mendapat rintik-rintik rahmat Allah Swt yang menghujani halaman masjid yang dipenuhi oleh jamaah. hal itu tiada lain karena untaian do’a yang telah dibaca. kita harus ingat bahwa Allah Swt berfirman : “Jika hamba-hambaku bertanya padamu (Muhammad) tentang-Ku, maka katakanlah bahwa aku sangatlah dekat, aku mengabulkan doa para pendoa, maka berdoalah kepadaku.”

wahai sahabat-sahabatku berdoalah kepada Allah, apapun yang engkau harapkan insya Allah akan terkabulkan. terutama disaat waktu sahur. di waktu itulah doa sangat mustajab. selepas makan sahur sempatkanlah barang sejenak menengadahkan kedua tangan untuk memohon kepada Allah Swt. sampaikan seluruh keinginanmu.

agar gerimis itu berubah menjadi hujan yang mengguyur seluruh penghuni kotamu.

Nilai Matematis Amal Kita

ternyata dalam agama islam ada hitungan yang pasti dalam amal kita.

kita mulai dari Amal baik yang dilipatkan 10 kali sedangkan amal buruk hanya dibalas sesuai dengan perbuatannya. jika kita berpuasa selama satu bulan, maka amal kita akan sama dengan 10 bulan. oleh karena itu jika setelah Ramadhan kita tambah puasa kita 6 hari pada bulan syawal maka kita akan mendapatkan pahala puasa satu tahun. karena 6 hari kali 10 sama dengan 60 hari sama dengan 2 bulan.  jika kita tambahkan dengan puasa Ramadhan (1 bulan x 10 = 10 bulan), maka jumlah keseluruhan adalah 12 bulan. sungguh hasil yang sangat eksak dan tidak ditawar-tawar. dari sinilah para ulama menganjurkan kita untuk berpuasa 6 hari setelah bulan puasa agar kita mendapat pahala puasa satu tahun.

selain nilai matematis diatas, ada juga nilai-nilai amal yang bersifat bonus. artinya, amal kita dilipatkan lebih dari 10 sesuai kaidah diatas. contohnya kelipatan amal kita yang berupa shodaqoh jariah. amal ini dilipatkan 700 kali. dalam Al-Quran orang yang bershodaqoh jariah seperti orang yang menanam sebuah benih padi yang akan tumbuh menjadi tujuh tangkai dan setiap tangkai berisi seratus benih. coba dihitung (1×7×100=700).  contoh lain adalah lailatul Qodar, pahala amal di malam lailatul Qodar dilipatkan seribu kali. dalam al-Quran disebutkan bahwa malam lailatul Qodar lebih baik daripada seribu bulan.

nilai-nilai bonus inilah yang menjadikan orang-orang umat Nabi Muhammad bisa melebihi umat-umat zaman dulu yang umurnya panjang sekali. jika pada malam lailatul Qodar kita membaca Al-Quran, maka kita seperti membaca AlQuran seribu malam. jika kita sholat tarawih dengan niat menghidupkan malam lailatul Qodar maka kita seperti sholat tarawih seribu malam. begitu juga sebaliknya, jika kita berbuat dosa pada malam itu, maka kita seperti berbuat dosa selama seribu malam. oleh karena itu, bagi anda yang masih ingin berniat jahat sebaiknya ditunda setelah Ramadhan karena ditakutkan saat Anda berbuat dosa dimalam Ramadhan bertepatan dengan malam lailatul Qodar. hati-hati!

ada pertimbangan lain yang dapat kita jadikan barometer dalam beramal. Imam As-Syatibi (penulis buku Al-Muwafaqoot) memiliki kesimpulan bahwa amal perbuatan kita memiliki ganjaran yang setimpal dengan kemaslahatan yang akan ditimbulkan oleh amal tersebut. ketika amal tersebut berdampak kemaslahatan yang besar, maka pahalanya juga besar. jika kemaslahatannya kecil, maka pahalanya juga kecil. begitu juga sebaliknya, jika kemadharattan yang ditimbulkan oleh amal kita sangat besar, maka dosanya juga besar.

sebelum kita terapkan hasil kesimpulan As-Syathibi, mari kita tinjau kembali makna maslahat menurut Imam Ghazali. Menurut  Imam Ghazali kemaslahatan adalah segala bentuk tindakan mengambil manfaat dan menghindari kerusakan. tingkatan kemaslahatan ada tiga macam, yaitu kemaslahatan primer, skunder dan tersier. kemaslahatan primer mencakup lima hal yaitu menjaga agama, jiwa, akal, harta dan kehormatan. sedangkan kemaslahatan skunder adalah hal-hal yang menunjang keperluan kemaslahatan primer. sedangkan kemaslahatan tersier adalah kemaslahatan yang menunjang keperluan skunder.

dengan demikian, amal kita yang berkaitan dengan kemaslahatan primer, pahalanya paling tinggi. sedangkan amal kita yang berkaitan dengan kemaslahatan skunder berada dibawahnya begitu juga tersier. sebaliknya, jika amal kita justru menimbulkan kemadhorotan yang berkaitan dengan keperluan primer, maka dosanya sangat besar.

oleh karena itu berhati-hatilah terhadap amal yang dapat merusak kebutuhan primer di atas, terutama kebutuhan menjaga agama.

Sekecil apapun amal kita, Allah Swt tidak akan menyia-nyiakannya.

Tarawih 100 Rakaat

Sholat Tarawih yang dulu “pernah diperdebatkan” tentang bilangan rakaatnya, antara orang yang mengatakan 20 rakaat atau 8 rakaat, sekarang saya mendapati orang-orang yang sholat hingga 100 rakaat….
pertama sholat di masjid Jauhar jam 19.45…jumlah 20 rakaat
kedua di masjid as-Sakron jam 21.00 jumlah 20 rakaat
ketiga di masjid Ba’alawi jam 22.30 jumlah 20 rakaat
keempat di Masjid Muhdhor jam 1.00 dini hari jumlah 20 rakaat
kelima di Masjid Jami’ jam 2.00 dini hari jumlah 20 rakaat
semuanya ada di Kota Tarim…
bukan hanya satu orang, tapi banyak orang yang mengerjakan sholat itu.. termasuk para ulama juga…
apakah sholat semacam ini bid’ah? ataukah termasuk orang yang menambah ibadah yang tidak pernah dilakukan Rasulullah Saw…?
terlepas dari pertanyaan diatas… saya ingin menyampaikan bahwa menghidupkan malam Ramadhon dengan ibadah sunah sangat dianjurkan… bahkan ada hadits yang menyatakan “Barang siapa berpuasa pada bulan Ramadhan dan menghidupkan malam-malamnya hanya karena iman pada Allah Swt dan mengharapkan pahala dari-Nya, maka ia berhak mendapatkan Surga.”
menghidupkan malam Ramadhan bisa dengan membaca Al-Quran, berbakti kepada orang tua, bersedekah, mencari nafkah untuk anak istri, sholat sunah dan lain-lain…
bagi Anda yang ingin sholat 100 rakaat sendirian merasa malas dan suntuk bisa sholat di masjid bersama dengan teman-teman berjamaah pasti lebih ringan dan menyenangkan. begitu juga dengan baca Al-Quran bisa bersama-sama di masjid saling menyimak bacan masing-masing, siapa tahu bacaan kita ada yang salah. pahalanya juga sama besarnya baik yang mendengarkan ataupun yang membaca.
khusus untuk anda yang berkeyakinan tidak boleh sholat tarawih lebih dari 8 rakaat atau tidak boleh lebih dari 20 rakaat Anda bisa makmum dengan niat sholat sunah mutlak, yaitu sholat sunah yang disunahkan tanpa memandang waktu, artinya boleh dilakukan kapanpun, termasuk malam ramadhan. dan menurut madzhab Syafi’i orang yang makmum niatnya tidak harus sama dengan imam asalkan bentuk sholatnya sama yaitu sama-sama satu ruku dan satu i’tidal. jadi Anda boleh niat sholat sunah mutlak sambil makmum pada orang yang sholat sunah tarawih atau sholat sunah yang lain bahkan bisa juga makmum pada orang yang sedang sholat fardhu.
caranya: jika sholat anda 2 rakaat sedangkan imam 4 rakaat, maka Anda tinggal duduk sambil nunggu Imam di rakaat ke 2 sampai imam duduk untuk tasyahud akhir kemudian anda salam mengikuti imam, atau ketiak imam berdiri setelah tasyahud awal anda niat mufaroqoh dan salam.
jadi Anda bisa sholat sunah 100 rakaat di kota Tarim tanpa merasa bimbang apakah itu bidah atau tidak, apakah itu dilarang atau tidak…. karena menghidupkan malam ramadhan sangat dianjurkan terutama dengan sholat.
selamat mencoba… dan beribadah semoga diterima Allah SWT… Amin.

Memperbarui Semangat Puasa

Alhadulillah sudah tanggal 29 Sya’ban 1432 H berarti hari ini kita menunggu rukyatul hilal di Tarim (Hadhramaut) dan sekitarnya.
bulan puasa adalah bulan yang penuh dengan nilai-nilai pendidikan… pendidikan (tarbiah)dalam mengolah jiwa dan raga…. dalam bulan ini kita harus ikut merasakan apa yang dirasakan oleh saudara-saudara kita yang tidak setiap hari memiliki makanan. mereka menahan sakitnya rasa lapar yang mana kita sering marah-marah pada pembantu saat telat menyediakan makanan… mungkin keterlambatan itu tidak disengaja dan hanya beberapa menit saja, tapi marah kita tidak habis-habis…. sedangkan saudara kita banyak yang menahan lapar selama seharian, ada juga yang hampir dua hari… pada bulan ini kita akan merasakan apa yang telah mereka rasakan, yang mana dengan suasana ini kita diharapkan dapat mengingat mereka sehingga hati kita tergugah untuk mengulurkan tangan kita kepada mereka mengurangi beban lapar mereka.
diantara pendidikan yang lain adalah pendidikan tentang sikap (akhlak) terhadap sesama… mungkin di hari-hari yang lalu kita mudah mencaci orang atau mengolok-olok mereka dan mengeluarkan kata-kata yang membuat mereka tersinggung dan tidak ridho…. pada bulan ini kita diancam dengan keguguran pahala jika kita masih terus mempertahankan kebiasaan itu…. ya Allah tolonglah kami yang lemah dalam menjaga lisan kami, janganlah Engkau gugurkan pahala puasa kami jika kami mengucapkan kata-kata itu tanpa sadar atau khilaf…
pelajaran yang lain adalah ketulusan hati… kita merelakan diri kita kelaparan dan kehausan adalah semata-mata karena Allah… padahal jika kita mau kita dapat makan dan minum tanpa seorangpun melihat kita… tapi, karena kepercayaan kita kepada Allah Swt kita meninggalkan semua hal-hal yang membatalkan puasa meskipun kita sendirian… hal ini melatih keimanan kita kepada Allah…
diantara nilai pendidikan yang lain adalah bulan Ramadhan melatih kita untuk meningkatkan ibadah… dengan menambahkan ibadah sunah khusus seperti sholat tarawih, makan sahur, berbuka bersama dan memperbanyak bacaan Al-Quran…
sebenarnya masih banyak nilai pendidikan yang lain dalam bulan Ramadhan…. tapi sekian dulu dari saya…
MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN SELAMAT MENUNIKAN IBADAH PUASA UNTUK UMAT MUSLIM SEDUNIA 

Aku Pulang Indonesiaku

kuliah hampir selesai Indonesia sudah di depan mata…

Indonesia I’m coming…

sahabat, saudara, tetangga, dan semua yang merindukanku… aku segera pulang…

aku sudah ingin menghirup kembali udara di desakelahiranku… apakah udaranya masih seperti dulu… bersih, segar dan menyehatkan… atau sudah banyak polusi karena perkebunan sudah ditanami rumah dan tidak lagi ditananmi pepohonan yang berbuah… atau juga karena sawah2 sudah tidak lagi menghasilkan panen padi melainkan panen baju sebagai home industri penopang desaku beberapa tahun sebelum aku berangkat…

semoga semuanya baik2 saja…

Haji

semoga tahun ini bisa haji… dan melayani para tamu Allah Swt… Amin.

memikirkan diri sendiri sebelum orang lain

sudah mendjadi sifat manusia memikirkan diri sendiri. apapun yang terjadi pada orang lain asal diri kita nyaman maka tidak ada masalah. yang jadi masalah adalah ketika diri sendiri tidak nyaman maka meskipun orang lain nyaman kita tidak suka. apakah sifat itu bisa dirubah? jelas bisa. cobalah anda usahakan untuk mengalah. jika belum bisa maka sebaiknya anda membaca contoh2 figur yang mengorbankan diri mereka untuk orang lain. seperti para Syuhada dalam perang apapun. para revolusioner. para ayah yang mengorbankan segala yang ia miliki demi anak2nya. contoh terakhir inilah yang paling dekat dengan kita.

jika kita mau merenungi apa yang orang tua kita lakukan demi kesuksesan kita. maka kita hanya bisa bersyukur kepada Allah yang telah memberikan sifat kasih sayang kepada umat manusia untuk menyayangi anaknya. tengoklah seorang ibu yang bangun subuh untuk menyiapkan sarapan kita. perhatikanlah ayah kita yang bermandikan keringat demi sesuap nasi untuk kita.dan masih banyak contoh lain pengorbanan mereka. suatu ketika sang ayah tidak memiliki uang. ia hanya memiliki sebungkus nasi. maka ia berikan nasi itu pada anaknya dan menahan lapar yang sejak pagi ia derita. sang ibu yang memberikan segala tenaganya untuk kenyamanan kita.

contoh lain dari pengorbanan orang lain demi kebahagiaan kita adalah pengorbanan para pejuang. darah mereka serahkan. apalagi sekedar harta benda. yang terpenting bagi mereka adalah anak cucu mereka bisa hidup merdeka. ingatkah para koruptor dan pencuri harta negara saat kakek mereka kelaparan karena makanan mereka dirampas penjajah? masih ingatkah mereka yang menodai instansi pendidikan dengan menyepelekannya, kepada para leluhur mereka yang merelakan darah mereka menetes-netes dan mengucur di sekujur tubuh mereka? atau masih ingatkah para jargon politik yang bertindak tidak adil demi kue kekuasaan, kepada kakek nenek mereka yang dibantai penjajah? apakah mereka semua ingin memuaskan diri sendiri dan membiarkan orang2 sengsara? tegakah mereka membiarkan tetangganya mati karena busung lapar sedangkan ia selalu bertamasya ke luar negeri? atau membiarkan mereka tidak bisa sekolah dan ia sendiri membeli ijazah ratusan juta untuk anak2nya?

mari kita renungi bersama. apakah kita EGOIS?

Untuk Sang Pemarah

Bawalah kemarahanmu menuju liang lahat bersama kafan kematianmu

atau rendamlah hatimu dalam telaga Cinta dan Kasih sayang

Kuburkan saja dendammu di taman maaf

atau jemputlah malaikat maut di penhujung jalan menuju rumah musuhmu

lautan dadamu mendidih hanya karena sepercik api kata-kata

ternyata magma di otakmu terus meletupkan wedus gembel umpatan-umpatan dan sumpah serapah

selamat membaca buku raport Anda yang dipenuhi warna merah

Memikirkan Kebesaran Allah Swt

saya mengajak seluruh orang yang berakal untuk berfikir sejenak tentang ayat-ayat Allah Swt yang kita lihat di sekitar kita.

misalkan tanda-tanda kebesaran Allah Swt pada jiwa manusia. Jiwa yang tak tampak ini, sepertinya sangat dekat sekali pada diri kita. kita semua merasakan keberadaannya. bahkan kita sudah menganggap bahwa kita sangat mengenal jiwa kita masing-masing. tapi benarkah kita telah mengetahui tentang jiwa?

sungguh banyak diantara kita yang tidak mengenali jiwa kita. bahkan penulis sendiri pun merasa belum mengenal jiwa penulis sebenarnya. penulis selalu diombang-ambingkan oleh kejadian-kejadian yang menimpa jiwanya. bahkan jiwa yang sudah lebih dari 25 tahun berada dalam diri penulis, tidak dapat penulis kendalikan ataupun sekedar dinasehati.

jiwa saya adalah salah satu dari contoh jutaan bahkan milyaran jiwa yang sekarang ada di dunia ini. dan setiap jiwa itu memiliki rahasia tersendiri.

alangkah besarnya keagungan Allah Swt. sehingga rahasia-rahasia-Nya tak dapat dengan mudah tersingkap. mungkin sebagian orang telah dapat menyingkap rahasia jiwa. tapi sebenarnya dia baru mendapat setetes dari lautan pengetahuan Allah Swt yang maha luas.

saya masih mencoba untuk memahami jiwa saya sendiri. dan saya mengajak kepada seluruh pembaca untuk berusaha mengenali jiwa masing-masing. mengendalikannya agar dapat tunduk kepada undang-undang yang telah digariskan oleh Allah Swt. amin…..